Beranda Index Peristiwa Polisi Bubarkan Kerumunan Emak-Emak Penerima BPUM di Sidoarjo

Polisi Bubarkan Kerumunan Emak-Emak Penerima BPUM di Sidoarjo

Kerumunan yang terjadi di depan bank BNI, krian

SIDOARJO, Xtimenews.com – Ratusan warga penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) berbondong-bondong mendatangi Bank BNI cabang Krian untuk mengambil nomor antrian. Namun antrian tersebut berhasil dibubarkan polisi lantaran menyebabkan kerumunan.

Awalnya, pihak Bank BNI berencana membuka pengambilan nomor antrian pada Selasa, (20/4), pukul 20.00 WIB namun emak-emak tersebut sudah menyerbu Bank BNI sejak pukul 17.00 WIB sehingga kerumunan tidak dapat dihindari.

Kapolsek Krian Kompol Muklason mengatakan, puluhan personil gabungan dari Polsek Krian dan Polsek Balongbendo diturunkan langsung untuk membubarkan massa yang berkerumun. Hal tersebut diduga pihak keamanan Bank tidak bisa mengatur mekanisme pengambilan antrian bantuan UMKM di wilayah Krian dan Balongbendo.

“Yang kita bubarkan semalam adalah kerumunan masyarakat yang menerima bantuan tunai BPUM. Untuk pembagian dijanjikan oleh pihak Bank pukul 20.00 namun dari jam 17.00 WIB. Mereka sudah banyak massa yang mengantri,” kata Kompol Mukhlason, Rabu (21/4/21) siang.

Muklason mengimbau kepada seluruh masyarakat di daerah Krian dan Balongbendo agar tidak khawatir untuk kehabisan nomor antrian dan jatah bantuan tersebut. Pihak Bank selaku penyelenggara sudah membatasi nomor antrian per hari yakni hanya 150 orang.

“Kami sengaja membubarkan kerumunan ratusan emak-emak pendaftar penerima bantuan. Sebagai antisipasi dan mencegah penyebaran Virus COVID-19 mengingat kondisi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini,” jelas Muklason.

Sementara itu ditempat yang sama, Nurul (29) salah satu penerima bantuan langsung tunai BUPM mengaku bahwa dirinya ingin mendapatkan nomor antrian rela berangkat lebih awal. Dia bersama emak yang lain, mulai pukul 17.00 WIB, sudah mulai antri. Karena terlalu banyaknya yang antri dia memilih mundur dari antrian.

“Saya dari jam 17.00 nunggu antrian berdesak-desakkan hingga malam ini masih belum dapat nomor juga. Akhirnya saya memilih mundur dari antrian,” tandas Nurul.(vin/den/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here