Beranda Pemerintahan PPKM Mikro di RT RW Mojokerto Akses Masuk Bakal Ditutup, Seperti Apa?

PPKM Mikro di RT RW Mojokerto Akses Masuk Bakal Ditutup, Seperti Apa?

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yaitu hingga tingkat RT/RW di Kabupaten Mojokerto mulai diterapkan. Ada 59 RT di wilayah hukum Polres Mojokerto yang mulai menerapkan PPKM Mikro, Rabu (10/2/2021).

Dari data yang diterima sebanyak 59 RT itu tersebar di 14 Kecamatan. Yakni masing-masing 2 RT di Kecamatan Puri dan Mojoanyar, masing-masing 3 RT di Jatirejo, Trowulan, Pacet, Dlanggu dan Kutorejo, masing-masing 4 RT di Mojosari, 6 RT di Pungging, Ngoro, 10 RT di Bangsal, 14 RT di Sooko, serta masing-masing 1 RT di Trawas dan Gondang.

PPKM Mikro ini menjadi kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang sebelumnya telah diterapkan sebanyak dua kali untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menegaskan, PPKM mikro ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat dalam rangka mencegah meluasnya penyebaran COVID-19.

“Pelaksanaannya kita akan meningkatkan program 3T (testing, tracing dan treatment) dalam lokasi PPKM skala mikro,” kata Dony saat meninjau lokasi PPKM di Dusun Ngrame RW 3 Desa Ngrame Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/2).

Menurut Dony, akses jalan masuk Desa yang menerapkan PPKM akan ditutup mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Polisi dan TNI bersama pemerintah desa akan menjaga ketat setiap warga yang keluar masuk di Desa yang menerapkan PPKM mikro.

“Kita juga akan membagikan pamflet dan brosur ke rumah-rumah warga. Agar warga paham langkah yang harus dilakukan saat mengalami gejala COVID-19. Selanjutnya tim dari pemerintah akan membawa masyarakat ke puskesmas terdekat untuk testing. Kalau positif kami tempatkan di tempat isolasi yang ditetapkan pemerintah,” bebernya.

Ia menghimbau kepada warga yang terpapar COVID-19 agar isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Hal itu agar tidak menjadi klaster baru di tingkat keluarga.

“Jadi, tak ada lagi namanya isolasi mandiri di rumah. Kami sudah menyiapkan tim COVID Hunter untuk menjemput pasien COVID-19 yang masih isolasi mandiri dirumah maupun di hotel,” terang Dony.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota itu juga meresmikan kampung tangguh Semeru (KTS) di Desa Ngrame. KTS ini dilengkapi lumbung pangan, ruang komunikasi psikologi publik dan hiburan, balai observasi, dapur umum, Ponkesdes, serta sebuah ruang isolasi.(den/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here