Beranda Index Ekonomi Global Wakaf-ACT dan YP3I, Berdayakan Petani Dalam Ciptakan Ketahanan Pangan

Global Wakaf-ACT dan YP3I, Berdayakan Petani Dalam Ciptakan Ketahanan Pangan

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Ketahanan pangan menjadi isu serius di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Pasalnya, krisis ini telah membuat banyak orang terpaksa diberhentikan bekerja dan pemerintah pun dalam membantu masyarakat, telah mengirimkan berbagai bantuan sosial pangan.

Tantangan kebutuhan pangan ini pun dijawab oleh Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerjasama dengan YP3I dan Gema Petani. Mereka memprogramkan pengelolaan Wakaf Sawah Produktif (WSP) seluas 500Ha.

Gerakan ini bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahap awal, gerakan ini tersebar di lima Kabupaten di Jawa Timur yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan dan Malang.

Mereka lebih memberdayakan petani lokal. Para petani akan dimodali, kemudian haisl panen akan kembali dibeli ACT dengan harga terbaik.

Presiden Global Islamic Philantropy (GIP) sekaligus Ketua Dewan Pembina Global Wakaf – ACT Ahyudin mengatakan, gerakan ini untuk mensejahterakan masyarakat petani yang dimulai dari wilayah Jawa Timur.

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari sini, Dusun Tumpangsari,” kata Ahyudin dalam sambutannya saat membuka acara gebyar tanam padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Sabtu (26/12/2020).

Menurut dia, padi dari program pangan yang dimodali wakaf ini akan dimasukkan ke Lumbung Beras Wakaf untuk digiling. Hasilnya nanti akan didistribusikan kepada masyarakat, termasuk petani yang belum sejahtera, juga akan disalurkan untuk berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kita mendukung para santri dan ulama sebagai para penjaga agama,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden Global Wakaf Foundation, N. Imam Akbari menjelaskan, kerja sama ini rencananya akan membantu penggarapan lahan petani di lahan seluas 500 hektar di Jawa Timur.

“Jadi lnsyaAllah, Global Wakaf – ACT bersama dengan YP3I dan Gema Petani proyek pertama 500 hektare sawah padi. Program kerja sama ini didanai seluruhnya oleh wakaf,” jelasnya.

Bagi para petani yang sudah tergabung dalam program, ketersediaan modal tanam seperti biaya pengolahan lahan, bibit dan pupuk akan terjamin. Tak hanya para petani yang sudah bergabung, petani yang belum tergabung juga mudah untuk mendapatkan pupuk dan benih dengan harga terjangkau dan berkualitas.

“Petani, selain mendapatkan bantuan modal, bimbingan teknis dan spritual, petani juga mendapatkan beras gratis,” tegasnya.

“Selain itu penyerapan hasil panen petani dengan harga beli dari petani di atas harga pasaran juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Sementara itu, pembina YP3I Abuya KH. Mahfudz Syaubari mengatakan para petani adalah pahlawan yang sebenarnya.

“Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian.

“Karena itu, berkat inovasi para profesor ahli pertanian, sawah ini insya Allah bisa menghasilkan 16 ton perhektar,” kata Abuya.

Karena melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Wakaf Sawah Produktif ini melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat perbulan. Di luar itu, ada 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat.(den/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here