Beranda Pemerintahan Wali Murid di Sidoarjo Berharap Pendidikan Ideologi Kebangsaan Diadakan Kembali di Sekolah...

Wali Murid di Sidoarjo Berharap Pendidikan Ideologi Kebangsaan Diadakan Kembali di Sekolah Formal

SIDOARJO, Xtimenews.com – Pendidikan yang kini didapatkan di bangku sekolah dimusim Pandemi Covid 19, sudah jauh dari materi Pendidikan Kebangsaan, dimana anak didik tidak lagi menerima materi pelajaran Pendidikan Ideologi Kebangsaan

Padahal, Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. Karena pendidikan dapat membangun bangsa Indonesia yang berkualitas maju dan unggul serta berdaya saing tinggi sebagai modal pembangunan bangsa.

Hal ini terungkap saat Anggota MPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo dari Fraksi Gerindra H Rahmat Muhajirin SH melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para Perempuan di Hotel Suncity Sidoarjo Sabtu, (5/12/2020).

Dalam kesempatan itu, seorang Ibu yang memiliki anak usia sekolah merasa prihatin dengan pendidikan yang diajarkan, karena minim Materi Pendidikan Kebangsaan.
“di sekolah swasta anak saya, tidak lagi ada pembacaan Pancasila saat mau masuk kelas. Apalagi Pembukaan UUD 1945. Saya miris sekali ketika anak saya tidak hajjal butir-butir Pancasila dan masih harus membaca teks. Tolong Bapak sampaikan pada Pemerintah bahwa pendidikan Ideologi Kebangsaan ini harus dimasukkan dalam materi pelajaran anak-anak kami” demikian diungkap Sofia, peserta sosialisasi Ideologi kebangsaan.

Mewakili Pimpinan MPR RI Rahmat Muhajirin mengatakan, pendidikan sebagai suatu proses harus secara terus menerus dilakukan kepada seluruh anak didik di seluruh lapisan masyarakat. Karena Empat Pilar Kebangsaan ini adalah Pondasi penggerak pembangunan Ideologi bangsa.

“Pendidikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa, harus mendapat perhatian utama. Untuk itu kepada para orang-tua saya mohon turut andil dalam memberikan pendidikan dari dalam rumah kemudian disampaikan pada tempat pendidikan anak-anak. Karena wali murid saat ini telah mendapat porsi cukup besar dalam kelangsungan pendidikan di sekolah” ungkap Rahmat

Dalam sesi terakhir tanya jawab, Rahmat Muhajirin memberi pesan bahwa pendidikan anak-anak setinggi apapun jika tidak dibarengi dengan pendidikan berkarakter bangsa Indonesia melalui Ideologi Kebangsaan, maka hanya akan melahirkan generasi penerus yang tidak paham sejarah dan karakter bangsa sendiri.(vin/den/gan)