Beranda Pemerintahan Stop Cukai Illegal, Wali Kota Sidak Rokok Tanpa Pita Cukai

Stop Cukai Illegal, Wali Kota Sidak Rokok Tanpa Pita Cukai

Walikota saat sosialisasi ketentuan di bidang cukai hasil tembakau, di Balai Kelurahan Balongsari

Stop Cukai Illegal, Wali Kota Sidak Rokok Tanpa Pita Cukai

MOJOKERTO, Xtimenews. com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam upaya memberantas cukai illegal diawali dengan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Sosialisasi kerjasama dgn KPPBC TMP B Sidoarjo tentang ketentuan di bidang cukai hasil tembakau digelar pada Sabtu (14/11/2020), di Balai Kelurahan Balongsari, diikuti oleh karyawan PT. Bokormas,PT. Pura Perkasa Jaya dan PT. Strategic Alliance.

Sosialisasi tidak hanya dilakukan secara klasikal, bahkan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung untuk melakukan sosialisasi

Sebagaimana usai membuka sosialisasi bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria, Ning Ita sapaan akrab Walikota melalukan sidak di lingkungan Tropodo yang terindikasi sebagai tempat produksi rokok illegal. Dari hasil sidak ini, Ning Ita mendapati dirumah salah satu warga yang memproduksi rokok tanpa pita cukai.

Pembuatan rokok illegal tersebut dilakukan oleh sepasang suami istri lansia yang ternyata bukan warga Kota Mojokerto. Sepasang lansia ini melinting rokok bahkan memasang papan yang bertuliskan menyediakan rokok yang masuk kategori illegal.

Mendapati hal yang demikian Ning Ita secara langsung menjelaskan kesalahan sepasang lansia tersebut. “Kami memberi pemahaman bahwa apa yang mereka lakukan ini kategori melanggar hukum, sehingga harus dihentikan supaya tidak ada konsekuensi hukum kedepannya,” tegasnya.

Ning Ita juga meminta agar papan pengumuman yang dipasang di depan rumah untuk dilepas dan dipasang sticker stop rokok illegal.

Terhadap pembuat rokok illegal Ning Ita juga menegaskan agar mereka menghentikan pembuatan dan penjualan rokok lintingan yang mereka buat.

Tentang pembuatan rokok Ning Ita menyampaikan, bahwa Pemkot Mojokerto telah berdiskusi dengan KPPBC Sidoarjo tentang program Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

“Apabila memang potensi rokok-rokok yang selama ini illegal bisa diakomodir untuk dibuatkan satu area kawasan industri, maka ini akan menjadi satu kemungkinan yang akan kita realisasikan di Kota Mojokerto,” jelasnya. (den/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here