Beranda Index Peristiwa Mantum HMI Asahan Gelar Aksi Tunggal di Tanjung Balai Tolak UU Cipta...

Mantum HMI Asahan Gelar Aksi Tunggal di Tanjung Balai Tolak UU Cipta Kerja

Mantan Ketua Umum HMI Asahan Andrean Sulin berorasi tunggal di Bundaran PLN dan didepan Kantor DPRD Kota Tanjung Balai tolak UU Cipta kerja.

TANJUNG BALAI, Xtimenews.com – Mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Asahan Andrean Sulin melakukan unjuk rasa spontan tunggal terkait pengesahan RUU Cipta Kerja di bundaran depan PLN, Jalan Jendral Sudirman, Kota Tanjung Balai, Jum’at (09/10/2020).

Amatan Xtimenews.com dilokasi, usai melakukan unjuk rasa spontan tunggal di bundaran depan PLN, Andrean Sulin langsung menuju ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjung Balai dengan berjalan kaki sambil membawa Toa dan kertas karton putih yang bertulisan dengan tinta hitam ‘Tanjung Balai Tolak RUU Cipta Kerja Dewan Penghianat Rakyat’.

Setibanya di depan Kantor DPRD Kota Tanjung Balai, Sulin yang juga seorang Mahasiswa Pasca Sarjana disalah satu Universitas di Sumatera Utara tersebut langsung melakukan orasi.

Pada orasinya tersebut Sulin menyampaikan menolak RUU Ciptaker oleh DPR yang berdampak akan kerugian dan ketidak adilan pada buruh dan pekerja.

Usai melakukan orasi, kepada sejumlah wartawan Andrean Sulin menjelaskan bahwa aksi spontan yang dilakukan tersebut guna menolak RUU Cipta kerja yang dianggap telah mencederai para pekerja dan buruh diseluruh Indonesia khususnya di Kota Tanjung Balai.

“Adapun dalam penyampaian aspirasi Aksi tunggal yang kita lakukan hari ini, kita berharap dari satu suara bisa mewakili suara para buruh dan pekerja yang merasakan kesusahan dari RUU Cipta kerja,” ungkapnya.

Selain itu, Sulin juga berpesan kepada DPRD Tanjung Balai agar mengeluarkan Rekomendasi penolakan RUU Ciptaker yang telah ditentang para buruh pekerja dan Aktivis se Indonesia.

“Regulasi kembali aturan aturan daerah yang mengikat, aturan Undang-undang ketenagakerjaan, terkait nasib buruh kita di Kota Tanjung Balai. Apakah mereka sudah mendapatkan jaminan kesejahteraan,” pungkasnya.

Lanjut dikatakan Sulin, “Apabila hari Senin depan ketua DPRD tidak mengindahkan tuntutan suara kita walaupun saya seorang diri, maka saya akan pasang tenda dan menginap di Kantor DPRD ini,” ujarnya.

Ia juga berharap pada hari Selasa depan, dari satu suara bisa tumbuh ribuan suara untuk menyuarakan hak-hak buruh dan para pekerja.

Aksi spontan tunggal yang dilakukan Andrean Sulin tersebut berjalan dengan tertib dan aman yang dikawal oleh pihak Kepolisian Polres Tanjung Balai.(efd/gan)