Beranda Index Headline Viral Pasien di Mojokerto di Paksa Perawatan COVID-19, Keluarga Curhat di Facebook

Viral Pasien di Mojokerto di Paksa Perawatan COVID-19, Keluarga Curhat di Facebook

Screenshot postingan akun Arya Reza Elsafi di Facebook grup.

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Keluarga di Mojokerto, Jawa Timur tidak terima keponakannya telah meninggal dunia gegara dipersulit saat minta di rujuk ke rumah sakit lain.

Menurut akun Facebook Arya Riza Elsafi dalam curhatannya di medsos pihak rumah sakit memaksa keluarga menandatangani surat persetujuan perawatan COVID-19. Tapi, keluarga menolak.

Curhatan tersebut diunggah ke media sosial pada Rabu (30/9/2020).

Akun Arya Riza Elsafi menceritakan, saat itu keponakannya habis terjatuh, kemudian dibawa ke seorang bidan. Setelah diberi obat keponakannya dalam kondisi membaik. Beberapa saat kemudian keponakannya tiba-tiba saja kejang, karena panik keluarganya membawa ke salah satu rumah sakit yang ada di Mojokerto.

Berikut tulisan panjang akun Arya Riza Elsafi dalam fb grup Mojokerto:

“Maaf melenceng… Mohon diloloskan min…

Ponakan saya abis jatuh, dibawa ke bidan… dikasih obat, udh membaik… sampai jam 12 siang akhirnya kejang2, karena panik pihak keluarga saya membawanya ke salah satu Rs di mojokerto, di rs tersebut penangananya agak lelet, ponakan saya tdk dirawat secara maksimal padahal kondisinya tdk sadarkan diri.. dalam keadaan tdk sadarkan diri malah di test swap, akhirnya ponakan saya malah menggeliat kesakitan… setelah alat swap dicabut dr hidung, malah terjadi pendarahan ringan… sempet adu mulut dengan pihak keluarga saya… karena merasa krg puas dengan penanganan d rs tersebut pihak keluarga saya minta pindah rs alias rujuk, diizinkan, tp harus ttd covid… ya jelas pihak kita tdk semudah itu menandatangani surat pernyataan tersebut, karna maaf… isi surat pernyataan tersebut terkesan memaksa dan harus mengakui bahwa ponakan saya positif covid, kita ttp tdk mau, alhasil adu mulut tdk terhindarkan lagi…pihak keluarga ttp dipaksa untuk menandatangani pernyataan tersebut, ttp kita ndak mau, dan mau menandatangani yg diluar pernyataan covid.. karena yg disodorkan ke kita ada 5 poin, 3 poin diantaranya tentang covid…
Mau minta rujukan saja terkesan dipersulit, atau dilama2in…

Akhirnya kita rujuk paksa dan mereka izinkan, tp innalillahi wa inna ilaihi roji’un… ponakan saya meninggal ditengah perjalanan… 😭…

Tetangga saya lainya jg gt, meninggal karena diabet tp disuruh ttd covid, ada apa ini ? Ada apa? Bahkan skrg jd serba salah, ada org yg sakit tidak dirasakan sakitnya, gak ingin sampe ke rs karna dihantui rasa takut akan akuisisi covid oleh pihak rs…

Bila ada salah kata tolong diluruskan dan dikoreksi… saya sudah capek dengan kondisi pandemi seperti ini, knp semakin serba susah, org susah malah di bikin susah…
Saatnya kita bersuara…,”
tulis akun Facebook Arya Riza Elsafi di salah satu Facebook grup Mojokerto.

Postingan itu menjadi perbincangan warganet, hingga Jumat (02/10/2020) pukul 15.56 Wib curhatan Arya Riza Elsafi itu mendapatkan 10.183 like dan 4.332 komentar.

Seperti komentar akun Bella Rosa ia berkomentar agar menyebutkan rumah sakit tersebut.

“Tolong sertakan nama RS tersebut, biar jera, biar ada penanganan untuk rs tersebut. Jujur saya emosi ketika membaca ini 😤,” tulis komentar akun Bella Rosa.

Komentar yang sama juga dicetuskan akun Sifha Arefa.

“Arya Riza Elsafi,jika berita anda ini benar dan tidak hoax,mohon di infokan nama RS yg anda sebut. Jika anda tdk atau keberatan untk mnyebut RS tsb,berarti berita anda ini hoax.dan mungkin nnti jg ada yg menindak lanjuti kbenaran berita anda ini.trims,” tulisnya.

Komentar akun Sifha Arefa itu di balas akun Arya Reza Elsafi, ia tidak mau menyebutkan nama rumah sakit tersebut lantaran takut melanggar UU ITE.

“Sifha Arefa skrg apa faedahnya misal saya posting asal bos? Untungnya disaya apa?

Yg paham pasti gak nyuruh nyebut nama rs, karna semua ada aturanya…,” balas akun Arya Reza Elsafi.

Tak hanya itu postingan Arya Reza Elsafi itu juga mendapatkan komentar warganet yang pernah mengalami hal serupa, seperti akun Mazt Ucup Longgor.

“Iya saya juga pernah ngalamin saya juga asli mojokerto sa’at ibu saya melahirkan malah di swap katanya positif terjangkit covid 19 tapi di tanya bukti ngak ada dan ngak pernah ada saya se klurga terus menerus menanyakan memintak kejelasan kesini cuman melahirkan kok katanya kena covid saya sempat bilang ngak ada gejala tapi kata orang” yang gila uang itu bilang covid itu ada yang Otg orang tanpa gejala terus di hari selanjutnya di suruh pulang katanya rapit yang terakhir negtif apakan cobak bilang positif bilang negatif tapi ngak ada suratnya ngak ada bukti,” tulis komentar akun Mazt Ucup Longgor.

Sementara AR pemilik akun Facebook Arya Reza Elsafi membenarkan kejadian tersebut.

“Benar itu terjadi pada keponakan saya. Awalnya itu sakit karena terjatuh dari tangga lantai dua di pondok pesantrennya saat mau menjemur pakaian,” kata AR saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (02/10/2020).

Akibat terjatuh, lanjut AR, keponakannya menderita sakit pada bagian kaki dan mengalami kejang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Rumah sakit tersebut adalah rumah sakit swasta yang ada di kawasan Kecamatan Bangsal Kebupaten Mojokerto.

“Keluarga tidak puas dengan pelayanan sehingga harus dirujuk paksa. Prosesnya lama saat akan dirujuk karena orang tua keponakan saya itu tidak mau menandatangani peryataan rujukan yang ada kaitannya dengan COVID-19,” tandasnya.(den/gan)