Beranda Index Headline Ekskavasi Tahap 2 Situs Kumitir Mojokerto Mulai Dikerjakan BPCB Jatim

Ekskavasi Tahap 2 Situs Kumitir Mojokerto Mulai Dikerjakan BPCB Jatim

Tim BPCB Jatim bersama Direktorat perlindungan kebudayaan saat meninjau situs kumitir.

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mulai melakukan ekskavasi tahap 2 di situs Kumitir, Dusun Bendo Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8/2020).

Ekskavasi akan dilakukan selama satu bulan penuh yang akan dilakukan oleh tim BPCB Jawa Timur yang bekerjasama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan melibatkan masyarakat sekitar dan komunitas.

Rencana ekskavasi yang akan di lakukan hingga tanggal 9 September 2020 itu tim akan menampakkan bentuk keseluruhan struktur talud situs kumitir.

Sebelumnya ekskavasi tahap 1 dilakukan oleh BPCB Jatim pada 21-30 Oktober 2019 berhasil menampakkan tembok penguat tanah kuno (talud) sepanjang 197 meter. Ketebalan struktur mencapai 140 cm. Sementara tinggi bangunan yang berhasil digali sekitar 120 cm.

Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said mengatakan, rencananya ekskavasi situs Kumitir dilaksanakan selama satu bulan penuh yang dimulai hari ini.

“Ekskavasi ini di biayai oleh Direktorat perlindungan yang pelaksananya adalah tim BPCB Jatim selama satu bulan penuh,” kata Andi kepada wartawan di lokasi, Senin (4/8/2020).

Pada ekskavasi tahun ini, kata Andi, sekitar 2000 meter persegi yang akan dilakukan ekskavasi untuk mengetahui bentuk talud situs Kumitir.

“Itu baru sekitar 30% dari seluruh area situs Kumitir. Minimal kita bisa menemukan struktur talud yang sudah ditemukan di sisi timur tinggal kita menelusuri sampai dimana dan bagaimana bentuk talud itu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Andi, tim BPCB Jatim akan melakukan penggalian pada bagian tengah situs Kumitir untuk mengetahui struktur apa yang ada dibagian pertengahan talud.

“Tidak mungkin ada talud tanpa ada obyek yang di kelilingi. Dan kita banyak menemukan struktur dibagian tengah ada batu andesit yang diduga sebagai pipih tangga, demikian juga di area makam banyak sekali batu-batu candi,” ungkapnya.

Ekskavasi yang dilakukan selama satu bulan penuh ini, menurut Andi untuk mengetahui keseluruhan bentuk struktur talud serta obyek bangunan yang dikelilingi talud sepanjang 400 meter dengan lebar 200 sampai 300 itu.

“Ini struktur raksasa, pastinya ada sesuatu yang besar disini. Itu yang menjadi target kita, inilah yang kita cari dengan melakukan survei bawah tanah,” tuturnya.

Meskipun sudah dilakukan ekskavasi pihaknya masih mendapati kendala pembebasan lahan warga. “Sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja masalah kompensasi, kita belum menemui langsung pemilik lahan. Jadi belum ada kesepakatan seperti apa keinginan mereka. Apakah bentuknya sewa dan berapa besaran sewanya itu belum kita putuskan,” jelasnya.

Sementara, Pamong budaya direktorat perlindungan kebudayaan Adi Kusno menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk ekskavasi selama satu bulan penuh yang dilaksanakan oleh tim BPCB Jatim ini diperkirakan mencapai Rp 500 Juta.

“Anggaran cukup besar, karena melibatkan sejumlah orang dan untuk kompensasi penyewaan lahan serta peralatan dan bahan. Disamping itu karena waktunya satu bulan,” bebernya.

Karena banyaknya anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19, rencana mengungkap bentuk keseluruhan situs Kumitir pada tahun ini akan dilanjutkan pada pada tahun depan.

“Yang pasti tahun ini kita mulai tahun depan kita lanjutkan lagi,” tandasnya.(den/gan)