Beranda Index Kesehatan Waspada, Jamur Enoki Masih Banyak Beredar di Pasar Tradisional

Waspada, Jamur Enoki Masih Banyak Beredar di Pasar Tradisional

Salah satu lapak penjual jamur enoki di pasar tradisional

SIDOARJO, Xtimenews.com – Beredar kabar sekitar dua bulan yang lalu di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia ada Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat mengkonsumsi jamur enoki yang disinyalir berbahaya karena terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Dari informasi tersebut Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementrian Pertanian, meminta untuk menarik dan memusnahkan jamur enoki yang beredar di Indonesia. Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi.

Listeria monocytogenes adalah bakteri penyebab penyakit listeriosis yang menyerang balita, lansia dan ibu hamil. Bahkan listeriosis bisa menyebabkan kematian jika imunitas penderita lemah.

Jamur enoki masih banyak beredar di pasar tradisional Porong, Sidoarjo. Mirisnya jamur tersebut laris di pasaran karena rasanya enak. Pedagang dan pembeli mengaku tidak tahu bahwa jamur tersebut beracun dan saat ini ditarik peredaranya di Indonesia.

Mariyati (52) pedagang jamur enoki di pasar baru Porong mengaku bahwa jamur tersebut banyak yang suka. Setiap hari ia menjual jamur enoki karena mudah di dapat.

“Saya masih menjual tapi tidak terlalu banyak, karena setiap hari masih banyak pembeli yang mencari,” ucap Mariyati ketika ditemui di lapaknya. Jum’at (26/6/2020).

Bukan hanya Mariyati, ada beberapa pedagang di pasar baru Porong yang juga menjual jamur import tersebut. Tutik (53) pedagang sayur di pasar baru Porong mengatakan, ia mendapatkan jamur import tersebut dari agen pedagang buah-buahan. Setiap box seharga Rp 230 ribu, berisi 50 pcs.

“Kemudian saya jual Rp 6 ribu tiap pcs dengan berat 1 ons,” terangnya kepada Xtimenews.com.

Di lain pihak, Nina (54) warga Porong yang sedang membeli jamur enoki mengatakan setiap belanja ke pasar dipastikan membeli jamur tersebut karena merupakan salah satu makanan kesukaan anaknya. Setiap memasak membeli tiga pcs jamur enoki.

“Harganya murah, apalagi setelah jadi masakan dicampur dengan jamur lokal rasanya enak sekali,” beber Nina.

Nina mengaku bahwa dirinya tidak tahu ternyata jamur tersebut telah terkontaminasi bakteri Listeria.

“Saya tidak mengetahui kalau jamur itu ada penyakitnya, karena sudah membeli, tapi tidak saya masak,” tandas Nina. (vin/den/gan)