Beranda Index Seni & Budaya Kirab Kebo Edan, Mampu Menjadi Daya Tarik Pengunjung Festival NGR

Kirab Kebo Edan, Mampu Menjadi Daya Tarik Pengunjung Festival NGR

Bupati Bersama Warga Melepaskan Balon, yang Di Ikat Tulisan Festival NGR

Bupati Mojokerto Hadir dan Secara Resmi Buka Festival NGR

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Ngares Guyub Rukun (NGR) Festival, secara resmi dibuka Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Minggu (08/03/2020), di lapangan Mandala, Desa Ngareskidul Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Bupati didampingi jajaran muspika serta asosiasi Kepala Desa (Kades) Kecamatan Gedeg, melepaskan balon merah-putih ke udara, pada peresmian.

Sebelum presmian dilaksanakan, saat tiba dilokasi, Bupati disambut anggota kesenian Kebo Edan dengan seragam khasnya hitam, berbaris disepanjang jalan, lalu Bupati mendapat kalungan scraf oleh dua orang siswa SD.

Suasana meriah tampak dilokasi acara, ketika Bupati menghampiri beberapa stand sembari melakukan foto bersama.

Pung sapaan akrab Bupati ini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan festival yang baru pertama dilaksanakan ini.

“Saya berharap, agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan.lancar serta dapat memicu pertumbuhan ekonomi warga,” pinta istri Yayuk yang juga orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto.

Sementara Kades Ngareskidul M. Yasin Hidayat mengungkapkan bahwa NGR Festival yang rencananya akan dilaksanakan setiap minggu kedua ini, dimana menampilkan potensi lokal warga Ngares seperti, kerajinan tangan, kuliner serta kesenian budaya, agar dikemas menarik sehongga mempunyai nilai jual yang dapat bersaing,” tegasnya.

Atraksi Kirab Kebo Edan, Sebagai Daya Tarik Festival NGR

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai tengah hari, lanjut Yasin, diikuti sebanyak 159 stand.

“Total jumlah pengunjung nantinya, diperkirakan mencapai sekitar 5 ribu orang,” terangnya.

Ketua panitia Hari mengajak untuk melihat jumlah kendaraan yang parkir dan padatnya warga disepanjang lokasi festival. “Ini menunjukkan jumlah pengunjung yang datang ke festival ini,” jelasnya.

Sedangkan salah satu penghuni stand yaitu, pedagang donat Sulis Setyawati menyampaikan rasa puasnya, oleh karena dagangannya ludes terjual hanya dalam beberapa jam serta hal yang sama juga disampaikan juga penghuni stand mainan tradisional dan usaha taman Maos.

“Walaupun malam sebelumnya lokasi festival diguyur hujan deras, namun jumlah pengunjung yang mampir ke standnya tetap ramai,” kata Sulis.

Atraksi Kebo Edan di pamungkas acara, menjadi suguhan yang menarik banyak pengunjung. Kebanyakan dari mereka, mereka penasaran dengan gerakan mistis kebo.

“Kenapa bisa mereka terhuyung-huyung ikut kebo, seperti punya tenaga kuat melawan orang-orang yang menggotong,” tanya Ahmad Fakhri, salah seorang pengunjung asal Mojoagung.

Menurut Cak Rukhan ketua kesenian Kebo Edan Cak Rukhan menjelaskan, justru tenaga mistis tersebut menurutnya yang menjadi sensasi atraksi dan rahasia pertunjukan.

“Kita nanti akan mengembangkan kesenian kebo edan ini, sesuai dengan harapan Bupati dan meminta agar juga mendaftarkan kesenian hasil kreavitas warga ngares ini, sehingga bisa lebih maju,” ujar pemilik sanggar R-Khan studio, dengan mata berkaca-kaca, karena terharu pertunjukannya dapat menarik perhatian Bupati. (den/gan)