Beranda Index Ekonomi Dongkrak Omset Pengrajin Intako Melalui program Revitalisasi Wisata Three In One

Dongkrak Omset Pengrajin Intako Melalui program Revitalisasi Wisata Three In One

Salah satu produk pengrajin Intako dipamerkan di taman budaya kendensari

SIDOARJO, Xtimenews.com – Melalui program Revitalisasi berkonsep Wisata Three In One, yakni wisata belanja, edukasi dan budaya. Merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas sentra Industri Tas dan Koper (Intako) Tanggulangin Sidoarjo terus menggeliat.

Revitalisasi dilakukan dengan membangun infrastruktur pendukung di sentra Intako Tanggulangin. Tahun 2019, revitalisasi diantaranya berupa pembangunan Taman Budaya Tanggulangin, di Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin.

Dalam kesempatan ini, Direktur IKM, Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ratna Utarianingrum menyampaikan konsep Wisata Three In One dipilih karena saat ini minat masyarakat meningkat di sektor wisata.

“Wisata belanja, bagaimana di sini (Intako Tanggulangin) menjadi tempat belanja yang nyaman dan aman. Tidak panas. Sehingga harus dilengkapi infrastruktur yang bagus,” cetus Ratna saat Launching Taman Budaya Tanggulangin, di Desa Kedensari Tanggulangin, Kamis (20/2).

Sebagai Wisata Edukasi, selain belanja produk berbahan kulit, pengunjung bisa datang ke workshop untuk belajar membuat barang-barang kulit yang bagus.

Sementara Wisata Budaya, pengunjung bisa menikmati kearifan lokal tentang budaya membuat tas yang ada sejak lama di Tanggulangin. Di taman budaya ini pengunjung juga disuguhkan Reog atau tarian lainnya.

Dengan konsep Wisata Three In One ini, Ratna optimistis program Revitalisasi Sentra IKM Intako Tanggulangin juga mampu mendongkrak omset pengrajin karena produktivitasnya naik.

Untuk program Revitalisasi ini, Kemenperin mengucurkan dana sekitar Rp 9 Miliar pada tahun 2019. Dana tersebut untuk membangun diantaranya Taman Budaya Tanggulangin.

Tidak jauh dari Taman Budaya Tanggulangin ini, bakal dibangun gedung dua lantai. Selain untuk pameran dan workshop, gedung tersebut akan berfungsi sebagai museum. “Dananya Rp 3,2 Miliar. Terima kasih kepada Kemenperin karena program ini banyak bermanfaat,” beber Tjarda.

Sementara itu, salah satu perajin tas dan koper Tanggulangin, M Roni Yudianto mengaku even pameran produk yang digelar saat peluncuran Taman Budaya Tanggulangin bermanfaat bagi para perajin Tanggulangin. (vin/den/gan)