Beranda Index TNI & POLRI Kapolda Sulteng Kunjungi Lokasi Banjir Bandang

Kapolda Sulteng Kunjungi Lokasi Banjir Bandang

Caption : Pasukan TNI - Polri bergotong royong membantu warga masyarakat dusun III Pangana, desa Bolapapu, kecamatan Kulawi, kabupaten Sigi, pasca terjadinya banjir bandang pada Kamis (12/12) malam.

KOTA PALU (Sulteng), Xtimenews.com – Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, MSi, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulteng Ny. Yanti LW Hariyanto, dan Kabiddokkes Polda Sulteng bersama sekitar seratus personel Polda Sulteng berkunjung ke dusun III Pangana, desa Bolapapu, kecamatan Kulawi, kabupaten Sigi, pada Jumat (13/12) pasca terjadinya bencana banjir bandang pada Kamis (12/12) malam yang menewaskan 2 orang warga setempat.

Menurut Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, setelah tiba di lokasi banjir sekitar pukul 11.00 wita, personel Polda Sulteng dipimpin langsung Kapolda Sulteng segera membaur dengan pasukan TNI bergotong-royong bersama membersihkan lingkungan yang porak-poranda tertimbun material lumpur, kayu dan batu-batuan yang dibawah arus banjir bandang. Bupati Sigi Moh. Iwan Lapata, Danrem 132/Tadulako dan Kapolres Sigi yang saat itu berada di lokasi bencana juga turut serta dalam bakti sosial ini.

“Hari jumat kemarin ada sekitar 2 kompi pasukan personel TNI-Polri yang terlibat dalam membantu warga masyarakat melakukan bersih lingkungan dipimpin Kapolda Sulteng,” Katanya.

Selain membantu membersihkan tumpukan material lumpur, batu dan kayu yang memporak-porandakan pemukiman desa Bolapapu, aparat Biddokkes Polda yang turut dalam bakti sosial ini memberi pelayanan kesehatan secara gratis serta bantuan kebutuhan berupa sembako.

“Untuk meringankan beban warga yang ditimpah musibah banjir bandang, Polda Sulteng juga mengulurkan tangan memberi bantuan berupa sembako,” Ujar Kabidhumas.

Banjir bandang yang melanda desa Bolapa mulai sekitar pukul 17.30 wita hingga malam hari. Karena curah hujan saat iyu cukup deras mengakibatkan lumpur, batu-batuan serta tumpukan kayu banyak yang hanyut dari atas gunung dan menghantam kawasan pemukiman pendudukm.

Puluhan rumah rusak dihantam banjir dan sedikitnya 707 orang warga dewasa dan anak-anak terpaksa diungsikan ketempat aman di huntara, gedung SD BK, dan rumah dinas Camat setempat serta rumah keluarga lainnya yang dianggap aman. Dalam musibah ini, dua orang warga meninggal dunia terseret arus banjir yakni Yan Kristison Bambarehi (51) dan Risky (11), keduanya merupakan bapak dan anak. (bas/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here