Beranda Pemerintahan Bikin Macet, Pengerjaan Proyek Pendestrian Senilai Rp 9,6 Miliar Dikeluhkan Pengguna Jalan

Bikin Macet, Pengerjaan Proyek Pendestrian Senilai Rp 9,6 Miliar Dikeluhkan Pengguna Jalan

Caption : Pengerjaan Proyek Pendestrian di jalan raya RA Basuni Kecamatan Sooko Mojokerto.

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Pengguna jalan mulai mengeluhkan pengerjaan proyek pendestrian yang mengakibatkan penutupan jalan raya RA Basuni, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun xtimenews.com, merekaa mengeluhkan lantaran penutupan jalan utama itu dilakukan setiap hari bahkan secara mendadak.

Penutupan di jalan RA Basuni Kecamatan Sooko disebabkan pengerjaan proyek pendestrian tahap II senilai Rp 9, 6 miliar yang tidak kunjung selesai.

Rahmadi (36) pengguna jalan warga Jetis Kabupaten Mojokerto mengatakan proyek pendestrian itu sangat menganggu karena hingga menutup jalan. Apalagi pengerjaan proyek itu berada persis di perempatan jalan sehingga mengakibatkan macet dari segala arah. 

“Ini kenapa kok tiba-tiba jalannya ditutup kan saya harus memutar lebih jauh tambah bikin macet,” keluhnya.

Menurutnya pengerjaan proyek pendestrian ini tidak harus dilakukan pada saat jam sibuk yang menganggu pengguna jalan yang melewati jalan tersebut.

“Sudah jalannya jadi macet banyak debu dari proyek itu kan seharusnya dikerjakan pada malam hari saja sehingga tidak menganggu,” ungkapnya.

Senada dengan yang dikeluhkan Ana (50) warga setempat mengatakan, pembangunan proyek pendestrian ini sudah lakukan sekitar dua bulan. Ia membenarkan ada penutup jalan saat proses bongkar muatan box culvert serta di sepanjang jalan ada sejumah alat berat dan tumpukan material  box culvert bercampur tanah liat.

“Terkadang jalannya ditutup tapi kalau sudah menurunkan muatan sama alat berat jalan kembali dibuka,” ujarnya.

Ana menyebut adanya pengerjaan pembangunan ini sempat mengganggu aktivitasnya sebagai pedagang sembako di daerah tersebut.

Selain itu tanah bekas galian pemasangan box culvert itu mengakibatkan banyak debu beterbangan saat pengerjaan proyek. Meski demikian, ia memaklumi karena pemerintah daerah sedang melakukan penataan jalan.

“Ya pasti terdampak apalagi jualan sembako tapi tidak apa-apa karena kedepannya juga bagus ada perbaikan jalan (Pendestrian),” tandasnya.

Sementara, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan jalan itu dilakukan sementara karena adanya pengerjaan proyek pendestrian Tahap II 2019 di jalan raya RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Jalannya itu tidak ditutup karena ditutup sementara saat menurunkan box culvert,” ujar Bambang saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Penutupan jalan itu dilakukan saat bongkar muatan box culvert yang pengerjaannya menggunakan excavator. Karena kondisi jalan sempit tidak memungkinkan sekaligus mempertimbangkan faktor keamanan sehingga pihaknya terpaksa melakukan penutupan jalan.

“Jadi tidak menutul jalan secara permanen mungkin sekitar satu jam saat penurunan box culvert,” ungkapnya.

Proyek pengadaan bangunan pelengkap air kotor pembangunan pendestrian JL RA Basuni tahap II memakai dana ABPD senilai Rp 9, 6 miliar. Target pengerjaan proyek pendestrian itu selama dua bulan saat ini perkembangannya sudah mencapai 80 persen. 

“Yang jelas Desember ini selesai,” pungkasnya.(den/gan)