Beranda Index Hukum & Kriminal Penyimpanan BBM Yang Diduga Ilegal, FORMAP Tanjungbalai Minta Polisi Segera Periksa Gudang

Penyimpanan BBM Yang Diduga Ilegal, FORMAP Tanjungbalai Minta Polisi Segera Periksa Gudang

Caption : Gudang penimbunan minyak BBM industri setelah diamankan pihak polres dengan plat nomor BK 8927 MB tengah melakukan bongkar muat BBM ke dalam bunker yang diduga illegal.

TANJUNGBALAI, Xtimenews.com – Dugaan penyimpanan ilegal BBM industri yang berada di jalan Yos Sudarso Tanjungbalai belum di periksa Polres Tanjungbalai

Polisi hanya memeriksa mobil tangki pengangkut BBM dengan nomor polisi BK 8927 MB. Namun, dilepaskan kembali oleh pihak Polres Tanjungbalai, dengan alasan dokumen mobil pengangkut bbm tersebut lengkap.

Pada Rabu (2/10) yang lalu, beberapa awak pers telah mempergoki sebuah mobil tangki pengangkat BBM melakukan bongkar muat BBM ke dalam bunker yang diduga ilegal di dalam gudang sumber jaya bahari yang berada di jalan yos sudarso Tanjungbalai.

Ketua Forum Mahasiswa dan Pelajar (FORMAP) Tanjungbalai, Ridho Damanik,SH menilai, meskipun dokomen mobil pengangkut BBM tersebut dikatakan lengkap, namun bunker/tempat penyimpanan BBM yang ada di dalam gudang Sumber jaya bahari tersebut, di duga tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sebab, dalam UU No.22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas pasal 53 huruf C tegas dikatakan ‘Setiap Orang yang melakukan penyimpanan BBM tanpa memiliki izin Usaha Penyimpanan dapat dikenakan Pidana penjara paling lama 3 (tiga) Tahun dan denda 30.000.000.000 (tiga puluh milyar)’.

“Seharusnya, jika mobil pengangkut BBM yang dilepaskan itu di anggap lengkap dokumennya, maka selanjutnya Polres Tanjungbalai harus memeriksa dokumen tempat penyimpanan BBM nya. Kalau terbukti bodong, maka pemilik gudang/pengusahanya harus di proses hukum,” Tegas Ridho Damanik, Senin (07/10/2019).

Dengan ini Formap Tanjungbalai meminta agar Polres Tanjungbalai memeriksa kelengkapan dokumen dari gudang Sumber Jaya bahari dalam hal penyimpanan dan pengelolaan BBM.

Jika dalam waktu 1 (satu) minggu ini pihak Polres Tanjungbalai masih belum juga melakukan pemeriksaan, maka FORMAP Tanjungbalai akan melakukan aksi unjuk rasa guna meminta Polda Sumut untuk turun langsung menangani permasalahan ini.(Ilham/gan)