Beranda Index Headline Kasihan, Gara-gara Terjatuh Gadis 14 Tahun Ini Alami Kanker Tulang

Kasihan, Gara-gara Terjatuh Gadis 14 Tahun Ini Alami Kanker Tulang

Caption : Silfi Qumairo terbaring di tempat tidur ditemani ibunda Faizin Laili Agustin.(foto/Deni Lukmantara)

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Silfi Qumairo (14) terus merintih menahan sakit, Jum’at (20/09/2019) siang.

Bahkan putri dari pasangan suami-istri (pasutri) Faizin Laili Agustin (35) dan Mohammad Gozali (37) ini terkadang menangis karena tak mampu menahan rasa nyeri di bagian lutut kaki sebelah kanan.

Lutut kaki sebelah kanan gadis 14 tahun ini tampak membesar seperti tumor. Semua aktivitas hanya dilakukan Silfi di tempat tidur yang ada di ruang tamu.

Tubuh Silfi kini juga tampak kering, sesekali menahan sakit karena penyakit dideritanya.

Hal ini sudah dialami Silfi hampir enam bulan, atau semenjak dia usai terjatuh di Sekolah pada bulan Desember 2018 lalu.

“Awalnya terjatuh saat di sekolah. Sakit ini sudah sekitar enam bulan lalu,” kata Agustin, Ibunda Silfi Qumairo saat ditemui wartawan di rumahnya yang berada di Dusun/Desa Kedungmaling RT 02 RW 04, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jum’at (20/09/2019).

Menurut dia, penyakit yang dialami anak pertamanya ini kakinya bengkak dan perlahan tidak bisa berjalan hingga diperiksa ke rumah sakit dan divonis mengidap kanker tulang. Upaya menyembuhkan buah hatinya sudah dilakukan, mulai kemoterapi dan alternatif lainnya.

“Awalnya kita bawa ke Klinik, kemudian ke rumah sakit Sakinah Mojokerto dan juga sudah pernah dibawa ke RSU Soetomo, Surabaya untuk melakukan Kemoterapi,” jelas Agustin.

Namun, kata Agustin, kaki Silfi tidak menunjukan perubahan. Lukanya kemudian membengkak. Setiap hari, pembengkakan itu semakin besar.

Setelah menjalani kemoterapi di RSU Soetomo, Surabaya kata dia, pihak rumah sakit meminta untuk luka pada kaki Silfi segera di operasi.

Agustin menjelaskan, kata Dokter, hasil diagnosa sakit yang dialami Silfi merupakan sebuah kanker tulang sehingga harus dilakukan operasi.

“Kata dokter yang menangani sebuah tumor ganas,” tegasnya.

Sampai saat ini semua biaya pengobatan rumah sakit mengunakan layanan Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun masih banyak biaya yang harus diupayakan sendiri yang tidak ditanggung KIS.

Akibat sakit yang dialami oleh Siswi SMP kelas 2 ini terpaksa harus berhenti sekolah untuk sementara.(den/gan)