Beranda Index Peristiwa Gunungan Tumpeng Buah dan Polo Pendhem Jadi Rebutan di Hari Gotong Royong

Gunungan Tumpeng Buah dan Polo Pendhem Jadi Rebutan di Hari Gotong Royong

Caption : Warga sedang berebut gunungan tumpeng buah.(Deni Lukmantara xtimenews)

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Deretan tumpeng satu persatu perlahan bergerak mengelilingi lapangan Desa Canggu Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Kirab tumpeng, ini dalam rangka pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 16 dan HKG PKK ke 47 yang digelar setiap tahun.

Ada 18 tumpeng berisi buah-buahan dan polo pendhem. Mereka bergerak mengelilingi lapangan dengan didampingi para penari yang mengenakan pakaian tradisional dan diiringi musik patrol. Acara arakan tumpeng di Kabupaten Mojokerto ini terkesan lebih sederhana. Namun dalam penyelenggaraannya mengandung nilai gotong royong yang tinggi.

Semua tumpeng berisi hasil pertanian mulai padi, jagung, kedelai, kopi, sayur mayur, polopendem atau umbi-umbian hingga buah-buahan dan palawija.

Setelah diarak mengelilingi lapangan, 18 tumpeng tersebut diletakkan di tengah lapangan, gunungan tumpeng tersebut menjadi rebutan warga dengan harapan memupuk jiwa kebersamaan dan menghapus individualisme yang kini semakin rentan menghinggapi masyarakat.

Hani (36) warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupeten Mojokerto, ia berebut sayur mayur dan buah-buahan karena tertarik dengan bentuk gunungan tumpeng yang diarak mengelilingi lapangan.

“Tertarik saja Mas, ini tadi dapat terong, lombok, sawi sama buah. Ya, lumayan buat dimasak nanti sore. Kalo bisa setiap tahun memang harus ada karena ini kegiatan positif,” kata Hani, Kamis (18/07/2019).

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengantakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Gotong Royong yang ke 16 dan hari PKK yang ke 47, yang di ikuti oleh 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Ini adalah bektu partisipasi dari masyarakat Mojokerto per kecamatan di hari gotong royong yang ke 16 dan hari PKK yang ke 47,” jelasnya.

Acara ini diselenggarakan setiap tahun di Kabupaten Mojokerto. Perayaannya dilakukan berpindah-pindah Kecamatan setiap tahun. Yang tujuannya, agar bentuk kegotong royongannya tetap terlihat.

“Memang gotong royong ini tidak boleh lepas dari kita. Persatuan dan kesatuan kita ini dari gotong royong dan nanti kita bisa terapkan pada pembangunan di Kabupaten Mojokerto,” papar Wabup.

Tumpeng itu semua dibuat dari hasil pertanian dan perkebunan diseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. “Tadi dipamerkan dari setiap wilayah berbeda-beda. Tadi ada yang dari Dawarblandong pamer lombok, kalau dari Trawas tadi juga pamer pisang pamer duren, jadi masing-masing wilayah mempunyai kas sendiri-sendiri,” ujarnya.

Wabup berharap dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa membangun persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap terjaga dan bisa membangun generasi bangsa untuk bersama-sama membangun Kabupeten Mojokerto semakin maju.

“Yang pasti harapannya adalah persatuan dan kesatuan. Indonesia harus gotong royong dan ini tidak bisa kita tinggalkan. Gotong royong ini adalah pondasi dari pembangunan Kabupaten mojokerto,” tandasnya.(den/gan)