Beranda Index Headline Masyarakat Desak Penegak Hukum Ungkap Kasus Ledakan Gas LPG

Masyarakat Desak Penegak Hukum Ungkap Kasus Ledakan Gas LPG

Caption : Ahmad Dhairobi menyuarakan pangkalan gas.(foto istimewa/xtimenews)

TANJUNGBALAI, Xtimenews.com – Terkait terjadinya ledakan di Pangkalan Gas LPG 3 Kg dan 12 Kg yang diduga kuat ilegal serta mengakibatkan seorang warga mengalami luka bakar yang terjadi sebuah gudang tabung gas LPG 3 Kg dan 12Kg gram didalam sebuah gudang sekaligus rumah tempat tinggal meledak penduduk dijalan Prov HM Yamin ,LK IV Kelurahan keramat kubah kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai,Kamis (2/5) Sekitar 07.15 Wib kemarin

Akibatnya, satu orang yang merupakan karyawan gudang mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit setempat. Selain mengakibatkan korban luka, ledakan itu mengakibatkan satu unit sepeda motor juga rusak parah, dan gudang penyimpanan gas yang terbuat dari beton juga retak retak. Bahkan, pintu gudang sampai melayang ke rumah tetangga seberang akibat kuatnya ledakan Hal tersebut disikapi dari masyarakat Ahmad Dhairobi Pada hari Minggu (12/5/2019).

Dikatakannya Hal ini bukan cerita baru lagi dikota tanjungbalai, sebab maraknya pangkalan-pangkalan gas LPG 3Kg siluman (ilegal) yang diduga kuat merupakan tempat penimbunan dan penyulingan gas bersubsidi tersebut dan dimanfaatkan mafia gas yang mengambil keuntungan dari hak masyarakyat yang digunakan sebagai ajang bisnis dan mengambil keuntungan yang berlipat ganda bahkan sampai ini mafia gas tidak pernah tersentuh hukum / ditertibkan oleh pemerintah melalui dinas terkait.

Beberapa bulan yang lalu hal ini juga pernah menjadi perhatian khusus kawan kawan media dan penggiat sosial, tingginya harga jual gas lpg 3kg bersubsidi yang mencapai 30.000 rupiah, serta banyaknya indikasi penyulingan (pengoplosan gas dari 3 kg ke 12 kg) tidak pernah ditanggapi serius oleh pemerintah kota melalui dinas terkait.

Menurutnya hal ini dapat dibuktikan, bahwa monitoring yang dilakukan oleh pemko melalui instansi terkait serta aparatur hukum diduga tidak maksimal, mengingat masih banyak nya pangkalan pangkalan siluman yang beroperasi di seputaran wilayah kota tanjungbalai yang membahayakan keselamat masyarakat setempat.

Ahmad Dhairobi, selaku masyarat sekitar juga menuturkan dengan insiden ledakan yang diduga kuat berasal dari gudang LPG 3Kg Siluman, maka kami dari Aktivis Gerakan Pemberantas Korupsi Repoplik Indonesia (GPK-RI). dengan ini mendesak aparatur hukum Polres Tanjungbalai untuk membentuk tim investigasi serta mengusut tuntas atas terjadinya ledakan gudang gas LPG siluman yang telah memakan korban.

Mendesak pemko tanjungbalai melalui instansi terkait jangan main mata, segera tutup pangkalan pangkalan siluman yang beroperasi tidak sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku dinegara republik indonesia.

Aktivis Ahmad Dhairobi Meminta dan Mendesak Aparat hukum, pemko, kabag perekonomian, beserta instansi terkait untuk melakukan monitoring kembali terkait jumlah pangkalan yang ada ditanjungbalai, jika ditemukan ada pangkalan siluman segera lakukan penindakan tegas.

Dalam beberapa minggu terakhir terkait insiden ledakan yang membahayakan masyarakat tersebut dan berdasarkan pantauan kami bahwa oknum pengusaha masih bebas berkeliaran terkesan kebal hukum, maka kami mendesak serta mendukung penuh aparatur hukum polres tanjungbalai dalam mengungkap dan memproses oknum yang diduga sebagai pemikik pangkalan gas siluman, karena menyangkut keselamatan masyarakat sekitar,” Tutur Ahmad Dhairobi .

Terpisah Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH, S.I.K melalui Kasubbag humas IPTU Ahmad Dahlan saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan hal tersebut masih dalam lidik masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.(ham/den/gan)

Reporter : Ilhamsyah