Beranda Index Headline Ingin Seperti Burung Merpati, Ini Yang Dilakukan Pria Asal Mojosari

Ingin Seperti Burung Merpati, Ini Yang Dilakukan Pria Asal Mojosari

Muhammad Akbar dengan Paramotor Peluncuran roda miliknya.(Deni Lukmantara/xtimenews)

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Paramotor sebagai salah satu cabang olahraga ekstrim mulai masuk di Indonesia tahun 1995. Meski sempat mengalami masa kelam, pada tahun 2010, Indonesia ternyata mampu bangkit dan menunjukkan prestasinya di kancah internasional. Pada tahun 2012 Atlet Paramotor Indonesia bisa meraih juara 3 Asian Beach Game di Pantai Haiyang, Kota Sanya, Cina.

Muhammad Akbar salah satu Atlet Paramotor yang meraih juara 3 Asian Beach Game pada tahun 2012 di Cina. Dia juga juara 1 Kejuaraan Nasional Kasau Cup di kelas Precision Foot Launched Solo pada tahun 2019.

Muhammad Akbar adalah warga asal Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang beberapa kali mengikuti pertandingan tingkat nasional dan internasional.

Muhammad Akbar mulai menyukai hobby olah raga Paramotor sejak tahun 2006. Anehnya, dia termotivasi dengan burung Merpati yang terbang di udara.

“Saya itu kalau melihat burung Merpati itu merasa iri, jadi saya ingin seperti burung merpati bisa terbang,” kata Muhammad Akbar saat ditemui di rumahnya, Senin (08/04/2019).

Paramotor Peluncuran kaki milik Akbar (kiri), Muhammad Akbar menunjukkan perunggu yang di dapatkan dari Asian Beach Game (kanan).(Deni Lukmantara/xtimenews)

Muhammad Akbar menceritakan sebelum dirinya meraih juara 3 Asian Beach Game pada tahun 2012 di Cina. Dirinya pada saat lulus SMA ingin mengikuti sekolah Terjun Payung, namun akhirnya dia bertemu dengan komunitas Paralayang di Malang pada tahun 2006, dan akhirnya dirinya mengikuti sekolah Paralayang.

“Pada tahun 2007 dapat saran dari teman disuruh beli mesin Paramotor, kalo pakai Paramotor tidak perlu ke gunung, di lapangan sudah bisa terbang,” ujarnya.

Pada tahun 2007, lanjut Akbar, harga mesin Paramotor seharga RP 58 juta dan pada waktu jaman itu hanya beberapa orang yang punya di Jawa Timur.

“Saya mengikuti Event pertama pada tahun 2011, namanya Jogja Air Show yang diselenggarakan di Yogyakarta, semua olahraga dirgantara di lombakan di Jogja Air Show, dan itu Event tahunan,” jelasnya.

Pada saat itu juga anggota Paramotor di Indonesia semakin berkembang dan pada tahun 2012 Ketua Paramotor Indonesia, Ari Effendi, memasukkan cabang Olahraga Paramotor supaya di lombakan di Asian Beach Game.

“Saat itu ada sekitar lima Atlet Paramotor dari Indonesia yang diberangkatkan ke Cina, termasuk saya dan Alhamdulillah dapat Juara 3,” ucapnya.

Ada dua tipe dasar Paramotor, peluncuran kaki dan peluncuran roda. “Model peluncuran kaki terdiri dari kerangka dengan harness, tangki bahan bakar, mesin, dan baling-baling. Lingkaran dengan jaring pelindung terutama menjaga garis keluar dari baling-baling. Unit ini dipakai seperti ransel besar yang ditempelkan oleh Paraglider melalui carabiner,” kata Akbar.

Sedangkan Unit peluncuran roda datang sebagai unit lengkap dengan motornya sendiri, atau sebagai tambahan untuk peluncur kaki berjalan.

“Biasanya memiliki 3 (trike) atau 4 (quad) roda, dengan kursi untuk satu atau dua penumpang,” pungkasnya.(den/gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here