Beranda Index Headline Turnamen Walikota Cup, Ternodai Dengan Keputusan Wasit Yang Konyol

Turnamen Walikota Cup, Ternodai Dengan Keputusan Wasit Yang Konyol

Wasit yang memimpin pertandingan menjelaskan terkait pemberian kartu kuning

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Sangat disayangkan, Turnamen Walikota Cup, yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Jumat-Minggu (18-20/1/2019), yang mempertandingkan Usia Dini (U-11) dan U-13,
akhirnya tercoreng dengan keputusan wasit yang konyol, dengan merugikan salah satu peserta.

Penjaga gawang Pendowo Fc yang telah mendapatkan 2 kali kartu kuning, tidak diberi kartu merah, pada pertandingan perdelapan final, antara SSB Gen B Kota dengan Mojokerto dengan SSB Pendowo Fc, Sidoarjo, Minggu (20/1/2019), di Stadion Glora A.Yani, Kota Mojokerto.

Keputusan konyol tersebut terjadi, ketika kedua SSB bermain imbang, dilanjutkan dengan tendangan adu pinalti.

Setelah itu, giliran Gen B yang akan melakukan tendangan keduanya, penjaga gawang Pendowo melakukan kesalahan dan diberikan kartu kuning kembali.

Pelatih SSB Gen B dengan nada emosi menegaskan kebenaran yang terjadi dihadapan wasit

Kartu kuning untuk kiper tim Pendowo ini, merupakan kartu kuning yang kedua, yang diberikan wasit kepada penjaga gawang Pendowo Fc, namun wasit tidak meneruskan dengan mengeluarkan kartu merah.

Melihat keputusan wasit yang kontraversi tersebut, kemudian pelatih Gen B Sukeri melakukan protes, namun tidak digubris wasit.

Tidak terima dengan keputusan wasit, lalu Sukeri nengajak wasit menuju meja Pengawas Pertandingan (PP) dipinggir lapangan, untuk menegaskan kebenaran terkait penjaga gawang Pendowo yang sudah mendapat kartu kuning 2 kali.

Namun apa yang terjadi, ternyata, setelah Sukeri mengajak wasit menanyakan ke PP untuk memastikan kebenarannya, ternyata PP nya juga tidak mencatat sama sekali.

Melihat susana semakin gaduh, panitia akhirnya mengajak Wasit dan Sukeri, menuju meja panitia, untuk menyelesaikan permasalahan terkait 2 kartu kuning yang diterima penjaga gawang.

Sampai dimeja panitia, permasalah bukan malah selesai, tetapi tambah berlanjut, pasalnya keputusan yang dibuat wasit, dianggap Sukeri sangat merugikan SSB Gen B.

Bahkan ketika dia melakukan protes keras, terkait cara wasit yang hanya mencatat ditangannya terkait pemberian kartu kepada pemain serta setelah dilihat, catatan tersebut tidak jelas alias samar.

Melihat kondisi ini, Sukeri bertambah emosi, bahkan sampai menanyakan ke absahan wasit yang memimpin pertandingan.

“Kamu punya lisensi apa tidak menjadi wasit, pemain Gen B disapuh kakinya dikotak pinalti Pendowo Fc, Gen B tidak diberikan tendangan pinalti, Kok memimpin pertandingan tidak becus,” bentaknya yang berdiri didepan wasit.

Tidak sampai disitu, situasi kembali tambah memanas,mendengar penjelasan wasit yang tetap ngotot pada keputusannya bahkan tidak mengakui penja gawang Pendowo Fc telah mendapatkan kartu kuning 2 kali.

“Pada babak penyisihan juga Gen B selalu dirugikan oleh wasit yang satu ini. Pemain Gen B disepak kakinya dikotak pinalti lawan didiamkan saja, wasit apa kayak gitu,” tegas salah satu orang tua murid ditengah kerumunan.

Melihat suasana yang semakin kisruh, akhirnya ketua panitia pertandingan mengajak pelatih dan official Gen B serta wasit, masuk keruangan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Hasinya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi, hingga berimbas
SSB Gen B tidak melanjutkan pertandingan.

Akibatnya, keputusan SSB Gen B tersebut, akhirnya dinyatakan kalah oleh panitia, karena tidak melanjutkan tendangan pinalti.

Kembali ungkap Sukeri, seharusnya wasit mengeluarkan kartu merah, pasalnya kiper Pendowo Fc sudah 2 kali mendapatkan kartu kuning.

“Kita bukan mencari menang dengan cara-cara yang tidak baik tetapi wasit tetap ngotot pada pendapatnya dan tidak memberikan kartu merah kepada penjaga gawang Pendowo, pada hal faktanya sudah jelas-jelas 2 kali kartu kuning dan harusnya dilanjut dengan kartu merah,” tandas Sukeri dengan wajah geram.

“Kita menjaga nama baik SSB Gen B, tidak mau menang dengan cara yang tidak baik, namun kalau begini kepemimpinan wasit bagaimana kita tidak marah sebagai orang tua murid,” sambung salah satu wali murid ditengah kerumunan, yang ikut protes.

Sedangkan Ketua Panitia bambang Pudji hanya pasrah kepada apa yang diputuskan wasit.

“Keputusan wasit tidak bisa saya campuri, karena itu merupakan haknya, dalam memimpin pertandingan,” pungkasnya. (gan)